Usung Topik Fenomena Cancel Culture dalam Pandangan Islam, Tim PKM Sasindo Unpad Lolos Pendanaan PKM-RSH 2023

Hal membanggakan datang dari dua tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran berhasil yang lolos seleksi pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2023 setelah diumumkan secara resmi oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada tanggal 15 Juni 2023.

Program Kreativitas Mahasiswa merupakan sebuah ajang bergengsi yang menjadi wadah bagi mahasiswa seluruh perguruan tinggi di Indonesia sebagai upaya meningkatkan mutu dan kreativitas mahasiswa secara akademis, serta dapat berdampak bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan emas ini, salah satu tim PKM Sasindo Unpad mengusung sebuah topik yang berangkat dari fenomena di media sosial, yaitu fenomena cancel culture. Tim Cancel Culture diketuai oleh Tsanaa Mahara Haq dengan Anggota Afanin Hazimah, Astari Kanz Zharifah, Aura Zahradiva Penggalih. Adapun topik yang diusung adalah “Counter Wacana Cancel Culture dengan Menggunakan Pandangan Islam: Analisis Wacana Kritis dalam Media Sosial Twitter”.

Secara singkat, fenomena cancel culture yang juga dikenal dengan budaya pengenyahan atau pemboikotan adalah fenomena yang saat ini marak terjadi di masyarakat, khususnya di media sosial. Keberadaan media sosial, seperti Twitter, seolah menjadi ruang terbuka bertumbuhnya fenomena tersebut secara terus-menerus hingga dapat membentuk suatu budaya. Fenomena tersebut pun biasanya menimpa individu atau kelompok yang terlibat dalam sebuah kasus tertentu yang kemudian menghebohkan jagat media sosial.

Ditambah lagi dengan respon atau tanggapan yang beragam dari warganet di media sosial terkadang semakin memperparah keadaan. Bahkan komentar-komentar yang dilontarkan pun dapat mengandung ujaran-ujaran kebencian, provokatif, hingga penghasutan, yang mana hal tersebut dapat memicu terjadinya pemboikotan atas pihak yang terlibat. Lalu, apabila budaya seperti ini dibiarkan begitu saja, tidak menutup kemungkinan akan menjadi penyebab suatu perpecahan di masyarakat.

Berangkat dari keresahan tersebut, tim PKM Sasindo Unpad yang diketuai oleh Tsanaa Mahara Haq (mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2022) ini, berupaya mencari celah yang dapat menjadi solusi untuk meredakan fenomena tersebut melalui topik yang telah diusung. Menariknya, penelitian yang berskema Riset Sosio-Humaniora (RSH) ini memadukan kajian budaya, pandangan agama Islam, dan linguistik di dalamnya.

Dalam hal ini, tim peneliti meyakini bahwa pandangan agama dapat diikutsertakan untuk menemukan solusi atas persoalan dalam suatu kajian budaya. Kemudian, karena ruang lingkup yang marak ditemukan fenomena tersebut adalah media sosial, tata bahasa yang digunakan para pengguna dapat menjadi pengantar bagi peneliti dalam mengkaji alur fenomena cancel culture ini. Maka dari itu, dengan didampingi oleh Nani Darmayanti, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku dosen linguistik di prodi Sastra Indonesia, tim PKM ini pun mengangkat judul “Counter Wacana Cancel Culture dengan Menggunakan Pandangan Islam: Analisis Wacana Kritis dalam Media Sosial Twitter”.

Saat ini, tim peneliti sudah berada pada tahap persiapan menuju Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2) yang diperkirakan akan dimulai pada minggu ketiga bulan Oktober 2023. Diharapkan melalui topik yang diusung, dapat menghasilkan suatu temuan baru dan menjadi counter untuk meredakan fenomena cancel culture yang menjadi ancaman bagi integritas di masyarakat dan bangsa.