Tim PKM-RSH Sastra Indonesia Unpad Lakukan Sosialisasi Pendidikan Seks kepada siswa SMP PGRI 1 Jatinangor

Tim PKM Riset Sosial Humaniora (RSH) yang diberi nama “Edukasual” ini terbentuk atas dasar fenomena maraknya dispensasi pernikahan yang terjadi di Indonesia. Edukasual adalah kependekan dari “Edukasi Seksual.” Tim Edukasual berhipotesa bahwa fenomena dispensasi pernikahan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan terdapat penyebabnya. Cap tabu mengenai obrolan tentang seksualitas di masyarakat bukan lagi jadi faktor penyebab utama. Penyebab yang dimaksud tim Edukasual di sini adalah adanya pengaruh gaya kebahasaan yang terdapat di dalam konten-konten edukasi seksual di media sosial.

Rabu (6/9/2023), tim Edukasual dari program studi Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran melakukan kegiatan sosialisasi pendidikan seksual. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP PGRI 1 Jatinangor. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari riset yang sedang dilakukan oleh tim Edukasual dan juga merupakan bagian dari proses pengambilan data. Tim Edukasual memaparkan berbagai informasi terkait seksualitas. Mulai dari fase-fase perkembangan seksual, masa pubertas, alat kontrasepsi, pernikahan dini, dan juga mengenai infeksi menular seksual.

Tujuan dari kegiatan tersebut tidak hanya mengambil data untuk riset saja, tetapi sekaligus mengedukasi remaja terkait permasalahan seksual. Tim Edukasual mencoba membandingkan pengetahuan serta pemahaman remaja ketika sebelum diberi edukasi seksual dan setelah diberi edukasi seksual. Sebagian kecil remaja telah mengetahui mengenai edukasi seksual. Namun, sebagian besar lainnya masih belum tahu, bahkan baru tahu saat tim Edukasual menjelaskan. Selain itu, tim Edukasual juga mengajak para remaja untuk sedikit mengetahui pernikahan dini. Alasan tim Edukasual menekankan hal tersebut, karena cukup tingginya angka pernikahan di bawah umur yang terjadi di Indonesia. Sebagai langkah awal dalam mencegah pernikahan dini tersebut, memberikan edukasi seksual sesuai jenjangnya menjadi sangat penting. Serta membimbing remaja untuk tidak lagi melabeli bahwa edukasi seks adalah sesuatu yang tabu, karena pada nyatanya edukasi seksual berkaitan dengan pubertas yang acapkali terjadi pada jenjang mereka.