Kolaborasi Penelitian Sastra Indonesia dan Fakultas Hukum Unpad di PKM 2024: Mengkaji Buzzer Politik di TikTok

Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran melakukan kolaborasi penelitian bersama Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2024. Penelitian yang menggabungkan dua disiplin ilmu ini diketuai oleh Hanni Nabila Athaya dari jurusan Sastra Indonesia, dengan anggota Safina Rahadatul Aisy (Sastra Indonesia), Rohmah Febriyanti (Fakultas Hukum), dan Tika Febriyana (Fakultas Hukum).
Penelitian ini mengangkat judul “Penggiringan Opini Negatif oleh Buzzer Politik di Platform TikTok pada Masa Pemilu dan Potensinya terhadap Jeratan Hukum: Linguistik Forensik.” Fenomena meningkatnya aktivitas buzzer politik pada pemilu 2024 menjadi latar belakang dari penelitian ini. Tim peneliti melakukan analisis pada konten-konten buzzer politik di media sosial TikTok, membahas pola bahasa yang digunakan untuk menggiring opini publik dalam konteks negatif seperti pencemaran nama baik, serta meneliti potensi tindakan tersebut terhadap jeratan hukum melalui perspektif linguistik forensik.
Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, tim ini berhasil lolos pendanaan dalam program PKM dan saat ini sudah berada pada tahap PKP2 (Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM). Tahap ini menandakan bahwa tim telah memasuki fase implementasi dan pengembangan lebih lanjut dari hasil penelitian mereka. Dengan berada pada tahap ini, tim memiliki kesempatan untuk menerapkan temuan mereka dalam situasi nyata dan memperdalam analisis.
Selama proses penelitian, tim ini mendapatkan bimbingan intensif dari Nani Darmayanti, S.S., M.Hum., Ph.D., dosen linguistik program studi Sastra Indonesia. Bimbingan tersebut mencakup teknik-teknik analisis data dan metode-metode linguistik forensik yang relevan. Hal ini membantu tim dalam mengidentifikasi pola bahasa yang sering digunakan oleh buzzer politik serta mengevaluasi dampaknya terhadap opini publik dan implikasi hukumnya.
Penelitian ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar memahami fenomena buzzer politik. Tim berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam bidang hukum dan linguistik. Temuan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan regulasi yang lebih efektif untuk mengatasi penyebaran informasi menyesatkan dan merusak di media sosial, khususnya dalam konteks politik.
Dengan demikian, kolaborasi antara Sastra Indonesia dan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif dalam ranah akademis tetapi juga dalam praktik sehari-hari. Melalui penelitian ini, diharapkan akan ditemukan langkah-langkah konkret untuk menangani masalah buzzer politik, memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap integritas informasi di media sosial, dan menciptakan lingkungan politik yang lebih sehat dan adil.
