Sastra Indonesia Unpad Angkatan 24 Jadi Juara Umum di Festival Budaya Maritim

Mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2024 berhasil menjadi Juara Umum dalam Festival Budaya Maritim Mata Kuliah Kebudayaan Sunda yang diselenggarakan pada Jumat, 5 Juni 2026 di Lapangan Parkir Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Jatinangor. Penobatan Juara Umum tersebut diperoleh setelah mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2024 mendapatkan lima penghargaan, di antaranya adalah:
1. Juara I Stand Pameran
2. Juara I Video Kreatif
3. Juara II Video Dokumenter
4. Juara II Poster Ilmiah
5. Juara III Pentas Seni
Festival Budaya Maritim merupakan proyek tugas akhir semester untuk Mata Kuliah Pengantar Kebudayaan Sunda Tahun Akademik 2025/2026, yang dibimbing oleh tujuh dosen pengampu: Dr. Undang Ahmad Darsa, M.Hum., Dr. Taufik Ampera, M.Hum., Dr. Teddi Muhtadin, M.Hum., Dr. Asep Yusup Hudayat, M.A., Rahmat Sopian, M.Hum., Ph.D., Dr. Asri Soraya Afsari, M.Hum., dan Dr. Taufik Rahayu, M.Hum. Acara yang berlangsung di Lapangan Parkir Gedung A FIB Unpad ini melibatkan mahasiswa dari sembilan program studi sarjana yang bersama-sama menyuguhkan beragam karya dan pertunjukan bertema budaya maritim.
Rangkaian acara mencakup karnaval budaya, pameran hasil karya mahasiswa, pertunjukan seni, pemutaran video dokumenter dan video kreatif, serta peragaan busana yang mengeksplorasi kekayaan budaya maritim Nusantara. Lewat berbagai bentuk ekspresi tersebut, mahasiswa diajak menelaah dan menerapkan nilai-nilai kebudayaan Sunda dalam kerangka budaya maritim Indonesia yang erat kaitannya dengan sejarah, jati diri, dan peradaban bangsa. Karnaval budaya khususnya menjadi wahana bagi mahasiswa untuk menuangkan kreativitas dalam mengubah simbol-simbol maritim menjadi karya visual dan pertunjukan.
Di sisi lain, pameran karya dan pemutaran video dokumenter menampilkan hasil penelusuran mahasiswa atas jejak budaya maritim, tradisi masyarakat pesisir, teknik pelayaran tradisional, hingga kearifan lokal yang masih bertahan di berbagai wilayah Indonesia. Pertunjukan seni dan peragaan busana pun tidak kalah memikat, menghadirkan tafsir kreatif mahasiswa terhadap warisan budaya maritim melalui seni pertunjukan, musik, tari, dan rancangan busana yang terinspirasi kehidupan nelayan dan pelaut Nusantara. Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi sarana belajar yang memadukan unsur akademik, riset sederhana, kreativitas, dan kolaborasi antarprogram studi.
Dr. Taufik Ampera, M.Hum., selaku Koordinator Mata Kuliah Pengantar Kebudayaan Sunda yang juga menjabat Ketua Pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa festival ini adalah wujud penerapan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan mahasiswa mempraktikkan ilmu yang didapat di ruang kelas menjadi karya konkret. Ia menambahkan bahwa lewat festival ini mahasiswa tidak sekadar mempelajari teori kebudayaan, melainkan juga melatih daya pikir kritis, kreativitas, kerja sama, dan kemampuan berkomunikasi. Tema budaya maritim dipilih karena Indonesia sebagai negara maritim memiliki khazanah budaya yang sangat kaya dan penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Sumber:
https://www.unpad.ac.id/2026/06/festival-budaya-maritim-unpad-jejak-budaya-maritim-warisan-dunia/
https://pasjabar.com/2026/06/13/kemas-uas-secara-kreatif-mahasiswa-gelar-festival-budaya-maritim-fib-unpad/
https://www.ayobandung.com/umum/7917246917/festival-budaya-maritim-meriahkan-ujian-akhir-semester-mata-kuliah-pengantar-kebudayaan-sunda
https://www.tatarjabar.com/2026/06/festival-budaya-maritim-meriahkan-ujian.html
