Tim PKM Sasindo Unpad Prediksi Kepunahan Bahasa Kerinci

Kepedulian terhadap eksistensi bahasa daerah di Indonesia mengantarkan 5 mahasiswa yang terbentuk dalam tim PKM Riset Sosiohumaniora Universitas Padjadjaran, yaitu Faradhiba Salsabila (Sastra Indonesia), Deden Usman Hafidi (Sastra Indonesia), Tyla Safitri Widianingrum (Sastra Indonesia), Bayu Setiawan (Matematika), dan Raihan Dzul Alfaini Pahlevi (Matematika), pada penelitian untuk memprediksi kepunahan bahasa daerah Kerinci. Dibimbing oleh Nani Darmayanti, M.Hum., Ph.D, yang merupakan salah satu dosen program studi Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran, penelitian tersebut berhasil lolos didanai dalam Program Kreativitas Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Dikti.

Mengambil judul penelitian “Kajian Bahasa dan Matematika: Pengaruh Sikap Penutur Terhadap Kematian Bahasa Daerah Kerinci dengan Menggunakan Model Sistem Persamaan Diferensial”, penelitian ini dilatarbelakangi oleh status bahasa Kerinci yang menurut Badan Bahasa termasuk ke dalam bahasa yang stabil, tetapi terancam punah. Melalui hal tersebut, penelitian ini memadukan bidang bahasa dengan bidang matematika untuk memprediksi kepunahan bahasa Kerinci berdasarkan sikap bahasa penuturnya. Sikap bahasa merupakan perasaan penutur terhadap bahasanya. Sikap bahasa dapat berupa positif maupun negatif.

Menggunakan metode gabungan (kualitatif dan kuantitatif), tim PKM menyebarkan kuesioner penelitian mengenai sikap bahasa ke lingkungan target, yaitu penutur dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Tim menemukan bahwa sikap bahasa penutur muda terhadap bahasa Kerinci adalah netral cenderung positif. Hal tersebut disebabkan adanya pengajaran bahasa Kerinci secara informal dan lingkungan yang mendukung pemilihan bahasa Kerinci.

Sikap bahasa netral cenderung positif menunjukkan penutur memiliki kepedulian terhadap bahasa Kerinci. Hanya saja hal tersebut belum cukup optimal. Jika sikap bahasa penutur mengalami penurunan pada suatu waktu, maka hal tersebut aka mempercepat kepunahan bahasa Kerinci. Sebaliknya, jika nilai sikap bahasa penutur mengalami kenaikan, maka hal tersebut akan mempertahankan bahasa Kerinci.

Berdasarkan hasil hitungan dengan model sistem persamaan diferensial, tim PKM menemukan bahwa penutur monolingual bahasa Kerinci seiring waktu semakin berkurang. Di sisi lain penutur bilingual akan naik dari perpindahan monolingual ke bilingual bahasa Kerinci dan bahasa Indonesia akibat kepentingan berbahasa Indonesia, tetapi penutur bilingual akan menurun ketika penutur monolingual bahasa Kerinci mendekati nol.

Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah. Selanjutnya, tim akan mengikuti proses PKP2 dan penelitian ini akan ditentukan lolos tidaknya menuju Pekan Ilmiah Nasional Tahun 2021.